• Photo Galery

    • hemmm sapa yah...hehee
    • November 2008
      MSSRKJS
            1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      30
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

    • turun... mau tuh............ sdh makan mie aYamm............ nYummi...
  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 9293 kali
  • Sekilat Pesan


  • 15 November 2008

    si fulan protes

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 2 buah

     

    Suatu cerita ada seseorang yang memohon kepada Tuhan , nanti sebelum di cabut nyawanya dia minta utusan – utusan Tuhan yang memberitahukan bahwa nyawanya akan di cabut.Setelah bebrapa tahun maka datanglah malaikat pencabut nyawa kepadanya. Sekonyong – konyong dia marah kepada Tuhan dan protes , karena selama ini belum ada utusan dari Tuhan yang memberitahukan bahwa nyawanya akan di cabut.

    Maka Tuhan pun menjawab :

     

    wahai fulan bukankah Aku sudah mengirim utusanku “ kata Tuhan

    belum ya Tuhan...” kata si fulan.

     

    Dengan bijak Tuhan menjawab :

     

    bukankah uban yang ada pada dirimu itu utusanku , bukankah pikun itu juga utusanku , dimana tenagamu yang kuat dulu , kelemahan ragamu itu juga utusanku , sakit yang ada pada tubuhmu itu juga utusanku mengapa engkau tidak tahu

     

    akhirnya si fulan terdiam dan membiarkan malaikat maut untuk mencabut nyawanya.

    (read more ...)

    04 November 2008

    alret ultah dari Myflexiland

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 10 buah

    kaget....begitu ol di sambut uacapan ultah dari myflexiland hehehehe...ada lagunya lagi...., jadi terharu biru neh ane...wakakakaka.





    Thanks banyak buat Admin dan poro konco yang udah ngirim selamat ke ane.

    (read more ...)

    26 Oktober 2008

    Pancasila di Hari Sumpah Pemuda

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

     

      Menyambung lidah dari tulisan Sejarah Lahirnya Pancasila oleh  H. Muhammad Said Kusuma

      Sebagai Umat Islam dan mengaku hidup Ditanah Air Indonesia, maka sudah sewajibnya kita sebagai Rakyat yang mencintai Tanah dan Tumpah Darah Indonesia Ibu Pertiwi ini untuk mengetahui sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang sampai Merauke. Sikap Nasionalis dan Darah Pejuang yang telah ditunjukkan oleh Para Pejuang bangsa ini haruslah kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari didalam mengisi kemerdekaan ini. Dan pertama sekali kita haruslah tahu sejarah perjuangan bangsa , khususnya dalam hal ini adalah “Sejarah Lahirnya Pancasila” dimana Pancasila yang kita jadikan pedoman hidup bangsa Indonesia ini telah semakin dilupakan dan ditinggalkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia khususnya para Pemimpin Bangsa.

      Dalam menyelusuri Sejarah Lahirnya Pancasila ini mungkin kita sudah sering membaca dari buku-buku sejarah tentang Lahirnya Pancasila ini. Tetapi dalam konteks sekarang ini mari kita lihat Sejarah Lahirnya Pancasila dari sisi “Sejarah Yang Hilang” (Misslink). Karena adanya kepentingan politik ataupun kepentingan segelintir penguasa atau segolongan orang, maka banyak Sejarah tentang Lahirnya Pancasila yang sengaja dihilangkan atau tidak dipublikasikan kepada rakyat Indonesia.

      SEJARAH YANG HILANG (MISSLINK)
      Apabila kita berbicara tentang Pancasila, maka kita tidak akan lepas dari perjuangan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Pancasila, yaitu Tokoh-tokoh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), seperti:

      Ir. Ahmad Soekarno
      Muhammad Hatta
      Sultan Syahrir
      Douwes Dekker
      Abdul Gani
      Muhammad Yamin
      Mochamad Toha

      Toloh-tokoh dari Sisi “Spiritual”, yaitu :
      Ir. Ahmad Soekarno
      Mama Amilin Abdul Jabbar
      Eyang Santri Kalammullah (Jati Kusuma)
      KH. Surya Poerwanegara
      Wali Cipta Gati Arjakusuma (Eyang Kencana Gading)
      Mualim Adang

      Perjalanan Sejarah Ir. Ahmad Soekarno dalam menentukan Pancasila sebagai Lambang Negara dan 17 Agustus 1945 sbg Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

      Perjalanan ini dimulai saat Anak Bung Karno yaitu Guntur Soekarno Putra berumur 10 Tahun (Di Gunung Guntur Garut). Terjadilah dialog antara Bung Karno dengan para Tokoh Spiritualnya itu. Setelah dialog itu lalu Bung Karno pergi ke Gunung Salak – BOGOR yaitu di Taman Sari di dekat sebuah Pohon Waru untuk berkhalwat, bermunajat kepada Allah SWT.

      Khalwat Hari I (Pertama) BUNG KARNO
      Dalam khalwat pada hari pertama itu, Bung Karno memohon bermunajat kepada Allah SWT; Apakah kiranya yang akan dipakai sebagai Lambang Negara Republik Indonesia ini? Pada hari itu tiba-tiba muncul se-ekor Burung Elang Bondol dan mendarat di Pohon Waru. Bung Karno berpikir, mungkinkah ini yang akan dijadikan Lambang Negara ? namun akhirnya Bung Karno meneruskan kembali khalwatnya memohon petunjuk dari Allah SWT.

      Khalwat Hari II (Kedua) BUNG KARNO


      Khalwat pada hari ke-Dua itu mendarat se-ekor Burung Elang Laut di pohon waru, yang besarnya melebihi Burung Elang Bondol. Saat Bung Karno melihat burung itu, ia berpikiran mungkinkah ini, tetapi Bung Karno akhirnya berpikiran mungkin bukan ini petunjuk dari Allah sebagai Lambang Indonesia sehingga Bung Karno akhirnya melanjutkan lagi khalwatnya.

      Khalwat Hari III (Ketiga) BUNG KARNO

      Pada khlawat hari yang ketiga itu tiba-tiba Bung Karno melihat dari atas udara turun se-ekor Burung Elang yang dari jauh kelihatan kecil lama kelamaan menjadi besar dan mendarat di Pohon Waru. Burung Elang itu mempunyai Bentangan Sayap 1,5 – 1,8 Meter yang berwarna Emas. Selanjutnya Burung Elang itu disebut juga Burung Rajawali yang merupakan Burung khas Indonesia khususnya Jawa Barat.

      Setelah melihat Burung Rajawali (Elang) yang sedemikian besar itu, lalu Bung Karno meminta Petunjuk kepada Allah SWT. Jika Burung Rajawali ini benar sebagai Lambang Negara Republik Indonesia, Bung Karno mohon diberikan petunjuk dan tandanya. Sehingga pada saat itu tiba-tiba Burung Rajawali itu Mengepakkan Sayapnya sebanyak 3 (tiga) kali sambil mengangguk dan lalu berdiri sambil menunjukkan Dadanya. Selanjutnya Bung Karno pada saat itu berkeyakinan bahwa Burung Rajawali itu sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.

      Dialog Bung Karno tentang Lambang Negara

      Setelah kejadian itu lalu Bung Karno mengadakan Dialog dengan Para Tokoh Spritritual, antara lain:

      Mama Amilin Abdul Jabbar berpendapat ; Burung Elang atau Rajawali diganti namanya menjadi Burung Garuda.
      Eyang Santri Kalamullah berpendapat; Burung itu adalah Burung Garuda dengan Bahasa Alam utk Akhirat dan Agama
      Dari Dialog itu maka Bung Karno bersepakat bahwa Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda.

      Dialog Hari Penentuan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

      Pada masa itu Bung Karno mengusulkan tanggal 15 Agustus 1945 adalah sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Tetapi Eyang Santri Kalamullah mengusulkan Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agurtus 1945. Sehingga pada rapat tersebut akhirnya semua sepakat bahwa 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun makna dari pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah sebagai berikut :


      a. 17 ; berarti jumlah 17 Raka’at Shalat sehari semalam
      b. 8 ; berarti 8 Arah Penjuru Mata Angin
      c. 19 ; 19 huruf Hijaiyah BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
      d. 45 ; berarti jika dijumlahkan menjadi angka 9 (sembilan) yang berarti Wali Songo yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Bumi Nusantara


      Dari hal ini saja mestinya kita harus Bangga bahwa sesungguhnya Negara yang kita cintai ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri atas KASIH dan SAYANG Allah SWT yang dilimpahkan untuk Bumi Nusantara ini.

      Lambang – Lambang PANCASILA dr SISI SPIRITUAL

      Mungkin sebagian besar rakyat Indonesia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya lambang dalam Dada Burung Garuda atau yang kita kenal dengan PANCASILA itu didapatkan melalui rapat yang berisikan tokoh-tokoh spiritual. Dalam rapat itu maka diambil gambar-gambar yang akan menjadi simbol dari pada Bangsa Indonesia , yaitu :

      GAMBAR BINTANG (Cahaya atau Nur)
      Firman Allah SWT dalam Surat Al Ikhlas

      ARTINYA :
      Ayat 1 : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.
      Ayat 2 : “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.
      Ayat 3 : “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.
      Ayat 4 : “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

      Gambar Bintang ini berarti menjelaskan tentang “KE – ESAAN ALLAH SWT”.

      GAMBAR RANTAI
      Sejarah Gambar Rantai ini diambil dari :
      Sejarah pejuangan Bangsa Indonesia yaitu : karena para Tawanan pada jaman Belanda dulu selalu diikat dengan rantai
      Karena Bung Karno menyukai Laut maka Gambar Rantai diambil dari Rantai Kapal Yang Kuat dan Kokoh
      Gambar Rantai bertujuan untuk mempersatukan semua komponen bangsa termasuk didalamnya yaitu orang-orang yang menderita
      Gambar Rantai merupakan simbol Persatuan yang merupakan simbol Kekuatan suatu bangsa.

      GAMBAR POHON BERINGIN
      Pada saat itu forum mengusulkan Pohon Kelapa dengan alasan bahwa Pohon Kelapa adalah pohon yang mana semua bagian-bagiannya sangat berguna. Sedangkan Bung Karno saat itu mengusulkan Pohon Beringin karena Sifat dari pada Pohon Beringin adalah Pohon yang Kokoh dan Kuat serta Pohon Beringin karena kerindangannya dapat menampung semua Makhluk ciptaan Allah ; Baik itu Bangsa Manusia (Orang Miskin, Orang Kaya, Koruptor, Penjilat, Orang Alim), Bangsa Burung maupun Bangsa Jin. Intinya adalah Tanah Air Indonesia ini memayungi semua ciptaan Allah. Dan akhirnya semuanyapun sepakat memakai Pohon Beringin.

      GAMBAR KEPALA BANTENG
      Gambar Kepala Banteng diambil dari Binatang yang ada di Ujung Kulon serta karena sifat Banteng Yang gagah Berani maka jika Bangsa Indonesia digangu, Tunas-tunas bangsalah yang akan membelanya dengan Gagah dan Berani.

      GAMBAR PADI KAPAS
      Gambar Padi dan Kapas adalah diambil daripada Filosofi
      Bangsa yaitu :Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentram Raharjo
      yang berarti Lambang Kemakmuran Seloruh Rakyat Indonesia. Tokoh-tokoh PPKI sepakai bahwa :
      Angka 17 adalah jumlah bulu pada Sayap
      Angka 8 adalah jumlah bulu pada Buntut
      Angka 45 adalah jumlah bulu pada Leher


      Partai Yang Diharuskan di Indonesia
      Partai Amanat Indonesia lambangnya Bintang
      Partai Nasional Indonesia lambangnya Pohon Beringin
      Partai Persatuan Indonesia lambangnya Rantai
      Partai Demokrasi Indonesia lambangnya Kepala Banteng
      Partai Keadilan Indonesia lambangnya Padi dan Kapas
      KARENA SESUAI DENGAN JATI DIRI BANGSA

      Jika partai-partai ini dapat terwujud dan semua menjalankan sesuai dengan amanat yang telah diberikan oleh rakyat, maka Pancasila dapat mengalahkan semua faham-faham yang telah ada, yaitu: Faham Kolonialisme, Imperialisme, Feodalisme, Komunisme, Kapitailsme, Bourjuisme dan lain-lain

      JATI DIRI BANGSA
      Pancasila
      Sang Saka Merah Putih
      Lagu Kebangsaan Indonesia

      DITAMBAH DENGAN

      Dari masa kerajaan (Nusantara dan Perwalian) menjadi NKRI

      Faham-faham diatas akan berupaya memecah belah bangsa seperti; Program Otonomi Daerah jika tidak diawasi maka akan timbullah Raja-Raja Kecil yang menguatkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dan jika kita sebagai Tunas-Tunas Bangsa yang merasa mempunyai Tanggung Jawab untuk menjaga keutuhan Bangsa ini tidak menjaga nilai-nilai luhur bangsa dari sekarang maka mungkin Bangsa yang kita cintai dan yang telah mengorbankan harta benda yang tidak sedikit akan terkoyak dan tercabik-cabik oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri atau golongannya saja.

      Wahai Para Pemuda Pewaris Bangsa, Marilah kita Bersatu Padu, Merapatkan Barisan agar Negara Yang kita Cintai ini yang telah kita dapatkan dari perjuangan Para Pahlawan Bangsa agar tetap utuh serta dapat mewujudkan apa-apa yang dicita-citakan Para Leluhur kita dahulu yaitu Kehidupan yang “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Raharjo”.

      SEJARAH BURUNG RAJAWALI

      Ditinjau dari sejarah perjalanan bangsa, yaitu: zaman Kerajaan dipimpin oleh Raja & zaman Kewalian dipimpin oleh Para Wali. Sehingga jika kita gabungkan menjadi RajaWali dialah Bung Karno yang dalam sosok atau dirinya terdapat garis Raja dan garis Wali.

      KERAJAAN

      Dipimpin oleh Raja
      Wawasan Nusantara
      Penjajahan
      Pengusiran Penjajah, oleh :
      a. BKR
      b. TKR
      c. TRI
      d. TNI
      Berdirinya :
      Budi Utomo ; 20 May 1908
      Sumpah Pemuda ; 28 Oktober 1928
      Persiapan Kemerdekaan Indonesia oleh PPKI

      PERWALIAN

      Dipimpin oleh Wali
      Perkembangan Islam
      Dari Timur ke Barat
      Penyatuan Visi Agama
      Menolak Penjajahan
      Berdirinya :
      a. Muhammadiyah Tahun 1912
      b. Nahdlatul Ulama tahun 1926
      Dukungan Kemerdekaan

      Hasilnya adalah

      Kemerdekaan Republik Indonesia
      17 Agustus 1945
      Lambang Negara : Burung Garuda

      MAKNA “G A R U D A”

      Kata “GA” : Gagah Berani
      Kata “RU” : Rupa Nan Elok (Akhlak dan Moral yang Mulia)
      Kata “DA” : Datanglah Kemerdekaan

      TEMPAT – TEMPAT PETILASAN “BUNG KARNO”

      Taman Sari ; Gunung Salak
      Istana Bogor
      Istana Batu Tulis ; Bogor
      Ciburial ; Cibulan
      Batu Kenit ; Pelabuhan Ratu
      Delta Lima ; Pelabuhan Ratu
      Lido ; Hotel kamar 21
      Rengas Dengklok ; Kerawang
      Gunung Guntur
      Kampung Raden
      Muara Gembong (mendapatkan Merah Delima)
      Gunung Karang ; Banten
      Taman Anggrek ; Jakarta (dekat Hotel Orchid)

      PENDAMPING GHOIB “BUNG KARNO”

      Sri Baduga Maharaja Prabu Wisesa Siliwangi
      Hj. Siti Aisyah Roro Kidul
      Raden Mas Syahid Sunan Kali Jaga
      Eyang Rangga Gading



    (read more ...)

    25 Oktober 2008

    Dongeng Politik

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 1 buah

     

    Konon sebuah cerita ada sebuah partai politik yang mengajak aku menjadi kader partainya. Entah apa yang membuat partai itu melirik padaku padahal akau tidak pernah melirik partainya. Dengan bertapa tujuh hari tujuh malam aku memohon wangsit dari yang Maha Kuasa . Tepat pada hari ke tujuh ada suara yang mengatakan “ hai kamu yang sedang bertapa janganlah kamu meghambakan diri pada kekuasaan . Kalau kamu jadi pembesar nanti kamu pasti akan ilang ingatan ......lupa akan sengsaranya rakyat kecil ..., lupa akan kebenaran ......lupa akan hukum ...lupa ..aka segalanya....sebagai gantinya aku beri kamu sebuah telaga dan hati yang luas agar nanti disaat kelak rakyat membutuhkan air kehidupan kamu bisa menolongnya....aku beri kamu hati yang luas agar kamu dapat merasakan pahitnya penderitaan rakyat kecil supaya hati nurani kamu selalu hidup ....”.

    sekejap aku tertegun dan terbangun dan akirnya aku tersenyum........ tepat pada waktu yang di janjikan para utusan dari partai itu datang lagi .dan dengan bijak aku katakan  "maaf..aku belum bisa memenuhi maksud saudara karena aku merasa belum terpanggil aku masih tertidur dengan selimutku".

    Dengan kecewa para utusan itu pulang ..., akan tetapi sempat berkata “ lain waktu kalau saudara siap kami akan datang lagi....”.

    Seperti yang sudah – sudah aku melaksanakan hari – hariku seperti biasa , menggembala domba dan kerbau ,bercocok tanam dan mencari kayu bakar.

    (read more ...)

    23 Oktober 2008

    pesen eyang

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Amal yang paling dicintai Alloh selain sholat adalah berbakti kepada orang tua , berbuat baiklah kepada mereka dan berdoalah kepasda Alloh supaya kita dapat berbakti kepada mereka kalau kita dapat melakukan itu ibarat sama artinya kita dengan mengerjakan ibadah haji , umrah dan berjuang.
    Ikutilah kakinya karena di sana ada surga NYA . maka barang siapa yang merasa gembira kalau umurnya panjang dan rezekinya luas maka berbaktilah kepada orang tua .
    Berbaktilah kepada orangtuanmu maka anak – anakmu akan berbakti kepadamu dan jagalah dirimu maka isterimu akan menjaga dirinya.
    Terus bagaimana kalau orang tua kita sudah meninggal ? ..apakah kita masih dapat berbakti kepadanya . Masih ada yaitu : sholat dan berdoa untuk mereka , memohon ampunan untuk mereka , menunaikan perjanjian sepeninggal mereka , menyambung persaudaraan yang tidak tersambungkan kecuali dengan mereka sekaligus memuliakan teman dekat orang tua kita

    (read more ...)

    17 Oktober 2008

    topeng 2009

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 5 buah

     

    Topeng sangat laku di tahun 2009 begitupun badut – badut sangat laku keras , polesan salon positif image juga senang karena para politikus akan mengadakan pesta . Di balik topeng itu tidak ada hati nurani mengatasnamakan rakyat untuk meraih kepuasan nafsu.

    Para badut wanita berjoget di panggung yang katanya konon menghibur para pendukung yang konon pula disuapin uang receh yang nggak halal.Goyangan maut badut mu membuat rakyat yang muak denganmu sedikit terlena tapi tidak untuk aku ......Bung..Kamu atau siapa lah....

    Janji sudah tidak sakti lagi karena sering di ingkari , apakah mereka nggak ingat kalau amanah ini akan di pertanggung jawabkan di akherat .

    Propaganda yang kosong , foya – foya yang tiada arti bagikan saja uang kangpanyemu ke fakir miskin atau anak yatim yang lebih membutuhkan.

    Topeng , badut , salon , sekarang kamu boleh tertawa dulu......

    (read more ...)

    14 Oktober 2008

    rHs dI bAliK bAntAl

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

     

    Rahasia di balik bantal

    seribu selimut menutup badan

    kau ungkap sudah sebuah kegelapan

    wahai rasa

    telah kau beri sudah rasamu kepadaku

    empuknya kasur yang nakal

    tak sanggup ganggu tidurku

    sejak kapan aku tertidur

    akupun tak tahu

    entah seratus tahun ...

    entah seribu tahun...

    yang pasti

    sampai sekarang aku masih tertidur

    bersamamu.....

    Rahasia di balik bantal

    (read more ...)

    30 September 2008

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    لله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
    Ya Allah, wahai Dia yang pada hari ini menyiapkan dan menyediakan pemberian kepada manusia yang mengharap pemberian-Nya, karunia dan anugrah-Nya. Ya Sayyidi, wahai Junjunganku, kepada-Mu kupersiapkan diku untuk mengharap pemberian, karunia, dan anugrah-Mu. Kini, aku telah memasuki pagi hari dari salah satu hari raya-hari raya ummat Nabi-Mu Muhammad (saw), sementara aku belum mempersiapkan amal saleh yang menguatkan kakiku untuk melangkah menuju-Mu, juga aku menghadap kepada kekasihmu. Namun demikian, aku memberanikan diri untuk datang kepada-Mu dengan merunduk sambil mengakui dosa-dosaku dan kezalimanku pada diriku. Wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Agung, ampuni dosa-dosaku yang sangat besar ini, karena tidak ada yang mengampuni dosa yang besar kecuali Engkau Ya Lailaha illa Anta Ya Arhamar rahimin, wahai Yang Tiada Tuhan kecuali Engkau, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi
    Ya Allah, bagi-Mu segala pujian dengan pengakuan akan keburukan dan kesadaran akan kelalaian.
    Dari lubuk hati kami penyesalan yang paling dalam
    dari lidah kami permohonan maaf yang paling tulus
    Karuniakan kepada kami dengan segala kekurangan kami di bulan-Mu yang agung ini
    Maghfirah, rahmat, keberkahan dan kedamaian yang menyampaikan kami pada kemuliaan dan ridha-Mu.
    Ya Allah
    Apa saja dosa besar dan kecil yang kami lakukan di bulan yang mulia ini
    atau kedurhakaan atau kesalahan yang kami langgar
    dengan sengaja atau lupa
    Maafkan kami dengan dengan maaf-Mu
    Ampuni kami dengan ampunan-Mu
    Alirkan pada kami keberkahan dan kedamaian dari sisi-Mu
    Lindungi kami dari segala musibah
    Selamatkan kami dari siksa dan azab-Mu
    Ya Allah, orang yang memelihara bulan ini dengan sebenarnya
    menjaga kehormatannya dengan sebenarnya
    menegakkan hukum-hukumnya dengan sebenarnya
    menjaga diri dari dosa-dosanya dengan sebenarnya
    mendekatkan diri kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya
    tentu ia akan memcapai ridha-Mu dan meraih kasih-Mu
    Berilah kami yang seperti itu dari kekayaan-Mu
    Karuniakan kepada kami anugrah-Mu yang berlipat-gan
    karena anugrah-Mu tidak pernah berkurang
    perbendaharaan-Mu tidak pernah menghilang
    dan pemberian-Mu penuh kebahagiaan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.
    Mohon Maaf lahir dan batin

    (read more ...)

    20 September 2008

    aku vs politiq

    Ditulis oleh Yusuf Fredy dan telah dikomentari sebanyak 2 buah

    Terjun ke dunia politik , wah menantang juga hehehe. Tapi apakah aku siap dan mampu , sebuah pertanyaan lagi jadinya. aku memang belum mau terjun kedunia poitik karena aku belum mampu dan tidak mempunyai banyak ilmu tentang perpolitikan walau aku juga suka ( suka belum tentu terjun loh...), dari hasil pengamatan pribadi dihasilkan sebagai berikut : manusia pada awalnya mencari kebutuhan dasar sandang , pangan dan papan dalam tanda kutip bahwa di ketiga jenis kebutuhan itu manusia hampir tak pernah puas hehehehe dan setelah ketiga jenis kebutuhan sudah tercapai lebih dari standar maka manusia cenderung akan mecari kekuasaan / power , kebesaran nama serta banyaknya pengikut . di jaman ini jarang ada seoarang penguasa di lahirkan dari kemiskinan , apakah nggak boleh...ya boleh lah hehehhe.
    banyak yang bilang politik itu kotor tapi banyak juga yang suka terjun ke dalamnya yo to...!.. katanya sih di sono tidak ada kawan tetapi rekan seperjuangan yang konon pula sama - sama  mempunyai kepentingan , loh beda to antara kawan dan rekan seperjuangan.
    banyak yang sukses bermain dalam dunia politik dan banyak pula yang gagal bahkan menjadi gila gara - gara politik.sudahlah nggak usah aku kasih contohnya nanti malah bikin repot.......
    tapi apakah temen - temen tahu hubungan politik dengan agama ....wah lebih seru neh.....udah ah...entar malah tambah rame tungu saja episode dan hasil pengamatanku (...ciee....sok jadi pengamat politik hahahahaa )

    (read more ...)
    footer